Produksi Batu Bara Dipangkas, Penerimaan Negara Justru Melonjak Rp1 Triliun

By Admin

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia | Dok. Setneg

nusakini.com, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya lonjakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor batu bara meski volume produksi dipangkas. Berdasarkan laporan pemerintah, penurunan produksi sebesar delapan juta metrik ton per bulan justru menyumbang tambahan pemasukan negara sekitar Rp1 triliun tiap bulannya.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyebut fenomena ini dipengaruhi oleh penguatan harga komoditas akibat pengetatan pasokan. "Kalau misalnya dirata-rata itu kan kita turun rata-rata 8 jutaan lah per bulan, tapi secara PNBP kita naik rata-rata Rp 1 triliun," ungkap Tri di Jakarta Pusat pada Jumat (23/10/2026).

Kebijakan pengurangan volume ini dinilai berhasil menjaga stabilitas harga pasar di tingkat global. "Kan yang bagus itu seperti yang disampaikan Pak Menteri itu, yang bagus itu kita jual banyak harga bagus," tambah Tri di sela-sela wawancaranya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga memaparkan optimisme serupa mengenai proyeksi pendapatan negara hingga penutupan tahun anggaran. Menurut Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (21/10/2026), total setoran PNBP dari sektor mineral dan batu bara diprediksi menembus angka Rp160 triliun.

Proyeksi nilai tersebut dilaporkan telah melampaui target awal pemerintah yang hanya mematok angka Rp133 triliun. "Batu bara kita, sekalipun produksinya menurun, target PNBP kita bisa melampaui target," kata Bahlil saat menjelaskan capaian sektornya.

Secara kumulatif hingga 31 Agustus 2026, realisasi PNBP dari nikel dan batu bara tercatat telah menyentuh nominal Rp87 triliun. Komoditas batu bara diklaim mendominasi pemasukan tersebut dengan kontribusi nyata yang mencapai angka Rp66 triliun. (*)